Menjadi Broadcaster…

 - by Indri Yuliani

I am a Broadcaster. Sekarang aku berani memberi ‘label’ sebuah profesi buat diriku sendiri. Nggak ada maksud sombong, but i’m proud to be a Broadcaster. Mungkin belum sehandal Broadcaster senior, tapi setidaknya aku bangga karena meraih itu dengan upaya sendiri, kerja keras dari nol! Bukan pemberian, apalagi bayar untuk masuk kerja di bidang broadcast.

***

TV memang sudah menarik perhatianku sejak kecil, begitu juga siaran radio. Beberapa program tv dan siaran radio yang kuanggap bagus, selalu rutin kusimak. Tapi dari semua acara, acara musik selalu jadi prioritas untuk ditonton dan didengarkan. Makanya, dulu aku sempet punya cita-cita jadi penyanyi rock! Uyeah! \m/ :D

Suatu hari, aku nonton film Olga dan Sepatu Roda. Pemeran utama di film itu adalah Dessy Ratnasari dan alm. Nike Ardilla. Ceritanya tentang anak SMA yang punya aktivitas sampingan sebagai penyiar radio. Kelihatannya asik dan menyenangkan… wajar kalau kemudian aku pengen juga seperti itu. Allah Maha Baik, keinginan dalam hati itu terkabul beberapa tahun kemudian….

***

Gagal UMPTN itu aib, bagiku yang sekolah di SMA unggulan nomer satu di Jogja. Bayangin, hanya 21 orang yang gagal UMPTN dari sekitar 250 siswa disekolahku. Kebayang malunya kaya’ apa, kan?! :) Makanya, pas tau nggak lolos, aku nggak berani ketemu sama temen2ku. Tapi sekali lagi, Allah memang Maha Baik. Dia punya rencana yang luar biasa sudah diatur sedemikian rupa hingga akhirnya sekarang aku bersyukur pernah gagal UMPTN :p

Waktu itu, aku emang udah diterima duluan di jurusan Broadcasting – UGM. Jadi sebenarnya, gak galau2 amat ketika gak lolos UMPTN. Cuma malunya itu loh yang gak nahan…  Agak ‘nyleneh’ juga kenapa aku milih jurusan Broadcasting, secara temen2ku yang lain, milih ‘backup’ jurusan di diploma itu kaya’ ekonomi atau teknik. Soalnya emang temen2 SMA ku itu puinter-puinter….jadi kalo milih jurusan itu yang susah2…hehe. Mana ada mereka kepikiran ambil broadcasting… paling ya aku, sama satu temenku, namanya Puspita. Dan kenapa broadcasting, bukannya jurusan advertising atau public relation, ya karena aku lebih suka dunia tv. Udah, segitu doang alasannya waktu itu :)

***

Waktu itu lagi antri ambil jaket almamater… iseng2 baca pengumuman2 yang nempel di dinding kopma. Eh, ada lowongan kerja jadi penyiar radio! Tapi bukan dari radio anak muda yang paling hits di Jogja saat itu, melainkan radio yang sering dicengcengin ‘ndeso’ sama anak2 Jogja (yang merasa ‘kota’) ; Radio GCD FM. Gak tau gimana, aku tertarik aja. Tapi masalahnya, aku gak tau lokasi interview itu radio. Secara ya, newbie di kota Jogja. Untung temenku si Puspita itu ngasih tau arah2nya dan jalur2 bisnya kalau mau kesana. Dia mau apply juga ternyata.

Pas datang ke sana, bawa surat lamaran dan langsung tes, ternyata isinya kebanyakan anak UGM juga! hihihi… Itulah pengalaman tes kerja, pertamaku. Tesnya cukup unik, antara lain disuruh main game dengan durasi tertentu, disuruh baca artikel bahasa Indonesia dan Inggris, disuruh nyanyi, dan disuruh berdebat dalam beberapa kelompok. Well, semua ada maksudnya sih….untuk menguji kecekatan tangan meng-operate alat, melihat kefasehan kita bicara, melihat kemampuan team work… that’s cool :)

Yang banyak orang gak tau, dari radio yang sering mereka bilang ‘ndeso’ itu adalah bahwa penyiar-penyiarnya semua anak kuliahan (sebagian besar UGM), siarannya tapping alias rekaman (karena pada kuliah itu tadi dan lokasinya jauh dari kota Jogja, jadi hanya sebagian kecil program live nya), dan punya revenue iklan yang besar… (karena ketika semua radio ‘kota’ mengambil iklan2 besar, radio ini menampung yang kecil2..tapi buuanyak! Ownernya emang jenius! Bahkan dia bikin satu radio lagi, dengan format siaran tanpa penyiar, karena gak cukup menampung iklan yang bejibun itu :p).

Maka, jadilah aku mahasiswi yang nyambi jadi penyiar radio. Sama seperti kisah di film Olga dan Sepatu Roda :)

***

Karir di tv ku, dimulai saat aku diterima di Jogjatv, tv lokal pertama di Jogja. Training hampir 3 bulan di Balitv (satu owner), aku dan 9 orang temanku, plus 3 orang yang sebulan lebih dulu masuk, menjadi orang-orang yang pertama ‘membangun’ siaran di Jogjatv. Kami bikin pola siaran, bikin rancangan acara, cari narasumber dan talent, shooting…hingga akhirnya tayang. Kami juga bikin acara untuk launching tv ini, di kraton Yogyakarta. Kalau sekarang diinget-inget, yang ada bengong….kok bisa ya?! :)

Buatku yang sebelumnya kuliah broadcast, nggak begitu sulit memahami dan menjalani apa yang harus dilakukan / terjadi di dunia tv, tapi buat teman2ku yang punya background bukan broadcast, pastilah butuh adaptasi keras. Tapi mereka mampu! Bangga sekali aku sama teman2ku itu! :D *kecupsatu2*

Dengan segala keterbatasan yang ada, alat-budget-SDM, Jogjatv saat itu punya gaung yang lumayan menarik perhatian banyak orang. Program2 bagus (menurut kami) dan variatif kami buat, talent2 bagus ‘tercipta’, iklan berdatangan, jam tayang dibeli….pokoknya alhamdulillah, yah! :D

Di Jogjatv, saat itu posisiku adalah Produser. Acara yang pernah aku pegang antara lain Ekspresi Muda Jogja (tentang anak2 muda / komunitas yang berprestasi), Jelajah Kampus (tentang jurusan atau kampus yang berprestasi/unik), Satu Rasa (tentang orang2 tidak mampu/ sakit dan butuh bantuan), Jogja Music Nation #1 (festival band dengan peserta ratusan band dan nggak hanya datang dari kota Jogja, tapi juga Solo, bahkan Surabaya!), dan Jogja Music with Christian Bautista (ini waktu Christian pertama datang ke Indonesia, bahkan setahuku sebelum ia tampil di tv nasional). Oiya, aku sempet rangkap jabatan jadii tim litbang di Jogjatv. Waks! *tutupmuka*

Lalu, saat itu datang…. aku lolos tes Broadcast Development Program di Transtv dan diterima sebagai Creative.

***

Rasanya waktu itu senang sekali! Tapi ada sedikit galau sebenarnya. Jujur, waktu itu sempat dilema…mau tetap jadi ikan besar di kolam kecil atau mau jadi ikan kecil di kolam yang besar?

Posisiku di Jogjatv sudah lumayan, apalagi aku ikut ‘membangun’ dari awal. Ada rasa nggak rela kalau harus jadi ‘piyik’ lagi. Wajarlah, manusia pasti punya gengsi. Apalagi aku juga sudah sangat dekat dengan teman2, bos2, dan lingkungan di Jogjatv. Tapi aku mikir lagi, ini kesempatan. Ada banyak ide dan hal yang nggak bisa aku wujudkan ketika di tv lokal karena keterbatasan alat-budget-SDM. Ada banyak hal yang pasti aku nggak tau dan akan bisa aku tau kalau aku kerja di tv nasional. Kans untuk mempelajari dunia tv terbuka. Ribuan orang gagal dan aku diterima. So, why not?! Aku pun berangkat ke Jakarta…

***

6 tahun sudah berlalu. Sudah beberapa program yang aku jalani di Transtv, bahkan ada yang dari ideku! Oh, maaaan… kalau kamu tau rasanya ide diterima-dieksekusi-lalu tayang…itu sepertiii… can’t describe it! :) ))

Dan memang benar, hal2 ideal dalam buku yang aku pelajari saat kuliah, bisa terwujud di sini. Juga ada banyak hal baru yang aku pelajari di sini. Sure, im still learning much things here…and it wouldnt stop. Semua hal berkembang, begitu juga dunia broadcast. Dan dunia broadcast itu nggak cuma soal bikin program yang bagus, tapi juga belajar memahami penonton, masyarakat, trend, teknologi, marketing, imajinasi, dan bidang lain (aku jadi tau kenapa kismis harus dilumuri tepung dulu sebelum dimasukkan ke adonen kue, aku jadi tau kenapa kunyit bisa mengatasi segala macam radang di tubuh manusia, aku jadi tau kenapa artis cowok berleher panjang nggak cocok mengenakan t-shirt model V-neck…) . Pokoknya luas banget! Aku menikmati setiap pembelajaran yang kualami. Aku menikmati pekerjaan ini.

***

Nggak ada yang sulit kalau kamu terbiasa dan menguasai. Itu bukan kalimat sombong, itu motivasi kalau buatku. Tanya sama temenmu yang kerja di perusahaan minyak, bank, depkeu, atau dokter, pasti mereka merasa pekerjaannya mudah saja, sementara aku mbayanginnya aja udah ngerix! :D Sebaliknya, mereka bilang ke aku, susah kalau harus berkhayal, lalu bikin script, lalu menyusun acara, lalu cari artis, lalu shooting..dst. Padahal buatku, ya biasa aja. Nggak gampang tapi juga nggak sulit2 amat.  Itu karena aku udah terbiasa, udah familiar, dan udah semestinya melakukan tugas itu.

Kalau sesekali bosen atau kecewa dengan situasi kerja, pastilah ada. Untungnya aku suka dengan yang kulakukan. Aku suka nulis, suka mikir kreatif, suka musik, suka nonton tv! Itu semua terjadi di pekerjaanku. Pekerjaanku ya, itu! :D Kamu bakal merasa senangnya selangit saatmendengar orang ngomongin atau ngetwit programmu. Kamu bakal melonjak kegirangan saat baca novel dan tokoh di dalamnya diceritakan terinfluence dengan program tv buatanmu. Kamu bakal speechless saat ngebayangin ada jutaan pasang mata yang sedang menonton program tv yang kamu buat!! *senyumsambilusapairmata* *halah*

Hasil kerjamu dilihat, diapresiasi, bahkan ditiru oleh orang yang kamu gak kenal…bahkan kamu gak tau rumahnya di mana… itu gak cuma oleh satu orang. Imagine that! :’)

***

Now, I’m an Associate Producer. Perancang Acara Madya kalau dibahasaIndonesiakan. Di Transtv sendiri nggak ada beda pekerjaan dan tanggung jawab antara Asprod dan Produser. Beda di gaji, mungkin :p

Ini bukan lagi persoalan ‘jabatan’ ketika yang kau bicarakan adalah passion. Something that u interest in and loving to do. Bahkan sebenarnya, menurutku, menjadi Creative itu lebih sulit dibanding jadi Asprod atau Produser. Creative person is the heart of program. Asprod or Producer is the body which covered it. Ketika kamu enjoy dengan yang kamu lakukan tanpa peduli jabatan, thats ur passion!

So, congratulation buat kamu yang bekerja sesuai passionmu. Kalau tidak, kasihan sekali. Hidup itu cuma sebentar dan sekali, jadi kalau dilewati dengan nggak hepi, rugi! :D

***

Suatu hari nanti, mungkin aku nggak lagi kerja di dunia broadcast. Nggak lagi menjadi seorang Broadcaster. Tapi ‘soul’ as broadcaster pasti tetep bakal ada, karena itu yang membentukku, membentuk sebagian waktu hidupku.

Kelak, anak cucuku bakal punya cerita menyenangkan; ibu or nenek mereka ini adalah orang yang selalu menikmati hidupnya. Menyenangi yang dilakukannya. Semoga mereka bisa menjalani hidup seperti yang mereka inginkan dan menjadi yang keluarga serta lingkungan mereka butuhkan. Amiin… :)

Leave a comment

You must be connected to post a comment.