FOOD & FASHION with FARAH QUINN

 - by Indri Yuliani

IMG_7061

Itu adalah judul program baruku di Trans tv. Tayang perdana tanggal 7 November 2014. Setelah beberapa kali ganti jam tayang, di tahun 2015 ini Food & Fashion tayang setiap hari Jumat jam 7 pagi. Jamnya cucooookk buat ibu-ibu atau mama-mama muda yang lagi beberes rumah hehehe…. ;)

FF ini bukan acara icip-icip makanan semata, karena ia juga membahas dunia fashion; baju, aksesoris, beauty treatment, life style, dll. Plus, menu2 yang dicicipi pun beda dengan yang kebanyakan diangkat di program kuliner. FF lebih banyak mengangkat menu-menu unik dan cantik secara tampilan, pastry, dessert, dan modern food. Soal rasa, so pasti diutamakan juga. Makanya kami kerap menyambangi tempat makan yang emang recomended! Apalagi hostnya Farah Quinn, bahasan soal pastry dan dessert pasti lebih tuntas! hehe…

IMG_2568

 

IMG_5863

Buat yang penasaran atau belum pernah nonton, bisa intip besok pagi, Jumat 13 Feb 2015 jam 7 WIB di Trans tv. Live streaming juga bisa lewat www.mytrans.com

“Food and Fashion, its a yummy day!” ;)

 

IMG_6646

the team! ;)

Film PK, Filsafat Agama, dan Cinta Anak Manusia

 - by Indri Yuliani

PK-Movie-New-Posters

 

Film India terbagus berikutnya, setelah aku nonton 3 Idiots beberapa tahun yang lalu. Ternyata yang bikin sama! Berarti emang berkelas banget, tuh orang! hehehe….

Tulisan ini bukan review film, jadi kalau mau tau jalan cerita lengkapnya, menonton lah dulu atau baca sinopsisnya di tempat lain, karena tulisan ini hanya ungkapan kesan aku pribadi atas film ini.

Aku gak nyangka ketika ternyata film ini membahas soal agama. Filsafat agama. Film ini bisa membahas hal yang biasanya terdengar ‘berat’, tabu, dan hanya jadi debat kusir itu dalam kemasan yang light and entertaining. Alih-alih merasa digurui, film ini akan membuat kita merenung….tentang Tuhan, tentang agama, tentang sikap dan pikiran kita selama ini terhadap keyakinan kita. Menurutku, film (berani dan katanya kontroversial) ini briliant! Sindiran telak untuk umat beragama. Dialog2nya simple, gamblang, dan real. Siapa yang belum pernah bertanya2; “Tuhan ada di mana?”, “Tuhan, kenapa doaku tidak terkabul?”, “Mana jalan yang benar? Mana Agama yang baik?”….dan masih banyak hal-hal simple di keseharian kita (dan otak kita) yang bisa apik tertuang dalam dialog2 para tokohnya.

Bukan hanya ‘bahasan agama’ yang bisa mereka simplifikasi dalam dialog, bahasan tentang perasaan manusia akan cinta pun bisa ‘mengena’ sekali. Syair2 lagunya (yeaah…pastilah aku baca subtitlingnya hehe) juga meaningful.

Film ini menurutku penuh simbol. Alien yang datang telanjang, ibaratnya kita yang terlahir polos tanpa harta benda apapun, bahkan dengan ilmu pengetahuan nol! Lalu alien itu (si PK) belajar tentang dunia. Sama seperti kita… manusia lahir polos, tanpa label apapun. Sekitarnya yang kemudian mengenalkan label2 itu dan bahkan melabelinya.

Film ini penuh sindiran. Bagaimana seorang PK ‘belajar’ dan transfer ilmu (belajar bahasa manusia) lewat seorang pelacur. Di film Supernova, pelacur mereka adalah sosok yang netral dan merdeka. Sosok yang sudah mencapai tingkat kemapanan duniawi dan pikiran. Yang bertindak hanya kalau mereka ingin dan mau. Bebas…tak ada yang bisa memaksanya untuk tinggal atau pergi kemanapun..dengan siapapun. Di film PK ditunjukkan bahwa ‘belajar’ bisa pada siapapun. Di agamaku dibilang, bahkan pada sehelai daun yang jatuh pun mengandung pengajaran….

PK ingin kembali ke asalnya dan hanya bisa terjadi jika kalung batunya (remotenya) yang dicuri, bisa ketemu. Just like us, kita semua akan kembali ke Sang Pencipta. Selama di dunia, kita harus ‘mencari’ sesuatu yang bisa membuat kita kembali dengan utuh. Untuk itu kita perlu ‘remote’ dan ‘pesawat’. Kita perlu petunjuk dan jalan yang benar. Apa itu? Di mana itu??

PK mengkritisi ‘pakaian2′ agama yang sering jadi sumber konflik manusia. Secara harfiah dan non harfiah, film ini menunjukkannya. Makanya buat yang fanatisme agamanya tinggi dan gak open mind, lebih baik jangan nonton film ini.

Kita akan terbawa haru, saat PK dalam pencarian batunya sudah berusaha kesana kemari, upaya ini itu, tanya sana sini, namun tak kunjung menemukan batunya. Ia sudah berdoa pada Tuhan segala agama, ia menjalankan semua perintah agama dengan baik, ia sudah pasrah, tapi belum juga menemukan batunya. Ia hampir putus asa…. ‘Nyebelinnya’ adalah lagu yang mengiringi pencarian itu, arti liriknya mengharukan sekali…dalem..hiks…

Well, kita semua pernah merasakan posisi PK yang seperti itu, kan? :’)

Film ini bicara juga soal ketulusan, kejujuran, kebohongan, cinta, dan keluarga. You will cry and laugh at the same time…many times :’)

Tentang cinta dua anak manusia…

Aku suka cara film ini menggambarkannya dalam visual maupun dialog. The best part of romantic dialognya adalah saat Savaraz dengan segenap kerinduan, penantian, keterkejutan, dan segala rasa yang berkecamuk dalam dirinya, mengungkapkan semua itu ke wanita yang dicintainya, hanya dalam satu kalimat; “Kenapa lama sekali?” :”) Huhuhuu tumpah tumpah deh, air mata… Berasa kali kangennya :p

Dialog dan bahasa di film ini kuat. Apik. Gak bertele-tele tapi mudah dimengerti. Tetap indah dan mudah nancep di hati (halah..) :P Ada banyak kalimat2 bagus yang bisa jadi quote. Tonton aja filmnya ;)

Itu makanya aku bilang di twit, orang paling jenius di dunia ini adalah ‘PENULIS’. Urutan keduanya adalah ‘Pencipta lagu’, dan yang nomor tiga adalah ‘Juru masak’ alias para Chef. Ini pendapat pribadi gue, di blog gue. Jangan protes! hehehe…

Oke deh, besok aku mau nonton film ini lagi….mumpung ada yang mau traktir! hehe…

LATE POST…

 - by Indri Yuliani
see, capture, write, time, me and coffee

see, capture, write, time, me and coffee

Selamat Tahun Baru 2015!

Dua hari berjalan di tahun yang baru, pastilah ada ratusan harap yang siap diperjuangkan ke depan. Setahun kemarin, banyak hal yang terlewatkan untuk ditulis. Kesibukan pekerjaan memang yang paling banyak menyita waktu. Alhamdulillah sih, masih dikasih pekerjaan yang asik dan bikin sibuk :)

 

My Trip My Adventure makin eksis dan bisa mengalami ulang tahunnya yang pertama di bulan September lalu. Banyak perkembangan yang terjadi dengan baby programku itu, antara lain penambahan host, menjadi empat orang sekarang. Antusiasme penonton yang luar biasa juga bikin semangat makin menggebu untuk bikin ini itu di MTMA. Semoga aku dan teman2 satu tim bisa menjaga kepercayaan pemirsa, yaaa… :)

 

Alhamdulillah, aku punya program baru lagi sama Farah Quinn, judulnya FOOD & FASHION. Program itu membahas tentang makanan dan juga hal2 yang berhubungan dengan fashion. Semoga program ini akan berkembang dengan baik dan melejit seperti Ala Chef dulu. Amiin…

 

Tahun 2014 banyak resolusi yang belum kesampaian. Tapi meskipun begitu aku sangat2 bersyukur untuk pencapaian lainnya. I had traveling a lot….pribadi maupun pekerjaan, aku kenal orang2 baik yang passionated dengan pekerjaannya, aku diperlihatkan yang benar dari apa yang dulu kukhawatirkan….. pokoknya Alhamdulillah, deh! :)

 

Tahun 2015 ini, gak ada resolusi yang muluk2. Pengen rajin bangun pagi biar shalat subuhnya gak telat, pengen lebih menjaga sholat 5 waktunya biar gak bolong2…terutama kalau lagi shooting (hiks..), pengen lebih banyak olah raga biar sehat dan seksi (hahaha…), pengen liburan ke luar negeri lagi, dan pengen punya keluarga sendiri ;). Semoga Allah menyayangi kita selalu.

 

Lets face the world!!

ORA BEACH, SURGA YANG BISA DIDATANGI BERKALI-KALI…

 - by Indri Yuliani

me n kru

Bulan Juli kemarin, MTMA (My Trip My Adventure) program Trans tv yang aku pegang, berangkat shooting ke Maluku. Tujuan kami adalah Pulau Seram dan Ambon. Flight ke Indonesia timur memang jarang. Garuda, Batik, maupun Lion Air rata-rata cuma melayani dua kali penerbangan PP dalam sehari. Aku dan tim pilih penerbangan dini hari, karena rute pertama kami adalah ke Pulau Seram dulu, dan ada jadwal transportasi yang harus ditepati. Begini maksudnya….

Kami terbang sekitar pukul setengah dua dini hari. Penerbangan Jkt – Ambon memakan waktu sekitar 3.5 jam. Karena Ambon menggunakan Waktu Indonesia Timur, ada selisih waktu lebih dulu 2 jam dari Jakarta, maka kami tiba di Bandara Pattimura sekitar pukul 07.00 WIT. Antri ambil bagasi (karena peralatan shooting itu banyak, jadi bisa setengah jam sendiri ngantrinya), dan langsung ketemu driver utusan dari Ora Beach Resort. Perjalanan berlanjut ke Pelabuhan Tulehu, sekitar 50 menit dari bandara.

Sampai di pelabuhan, porter-porter langsung nyerbu ngikutin mobil. Nggak nyaman sih, kalau seperti itu sebenarnya. Tapi kamu bakal nemuin hal-hal seperti itu di beberapa pelabuhan Indonesia timur, misal di Sorong dan Waisai, Raja Ampat.

Pelabuhan Tulehu ini bukan pelabuhan feri, jadi hanya khusus untuk penumpang. Kapal yang digunakan untuk menyeberang ke Pulau Seram adalah kapal cepat. Sehari ada dua kali penyeberangan, jam 9 pagi dan jam 1 siang. That’s why kamu harus perhatiin jadwal penerbanganmu biar nggak ketinggalan kapal ini. Kami menggunakan kapal yang jam 9 pagi. Tiket untuk satu orang penumpang, kelas VIP adalah RP. 225.000,- per orang. Ruangan VIP itu kursi duduknya kaya di bis AKAP tapi deretannya sampe 6 kursi tiap sisi. Ada AC tapi nggak begitu kerasa. Ada toiletnya khusus dan TV besar buat karaokean atau nonton film yang diputar hehehehe…

Waktu itu cuaca lagi gak bagus, hujan, jadi gelombang besar di perjalanan terasa banget. Udah di ruang VIP aja masih ada yang mual dan muntah, apalagi kalau di luar. Tapi buat sebagian orang, katanya enakan di luar, soalnya kena udara laut langsung. Waduh, kalau aku malah bisa masuk angin!

Lama perjalanan dengan kapal cepat ini sekitar 2 jam. Akhirnya kami tiba di Pelabuhan Amahai, kota Masohi, Pulau Seram sekitar jam 11 siang. Di sana sudah ada lagi driver utusan dari pihak Ora Beach Resort yang menjemput kami, namanya Pak Muhaimin. Oiya, buat kalian yang tujuannya hanya ingin ke Pulau Seram saja, bisa pake mobil rental yang banyak terdapat di pelabuhan. Angkot juga ada, tapi pastinya hanya untuk jarak dekat. Lanjuuuuttt….

Sudah di pulau Seram, tapi belum sampai tempat yang dituju…hehe..

Perjalanan ke OBR (Ora Beach Resort) dilanjutkan dengan naik mobil; Pelabuhan Amahai – desa Sawai ditempuh selama kurang lebih 2 jam lagi. Tapi jalanan di Pulau Seram ini nampaknya baru, jadi masih mulus, lebar, dan nggak macet. Makanya banyak yang ngebut! Hehe… View kanan-kirinya indah, kok jadi nggak bosen juga. Tapi mendingan buat tidur sih, kalo aku…..lumayan :p

Menjelang sampai ke desa Sawai, ada bagian jalanan yang rusak, jadi mobil lebih pelan. Sampe di desa Sawai kita langsung berhenti di dermaganya. Oh em ji! Ternyata masih harus menyeberang lagi! Tapi kali ini nggak lama, cuma 7 menit aja, pake speedboat yang ada di dermaga itu. Karena kami sudah di arrange paketnya sama pihak OBR, jadi enak, nggak perlu tawar – menawar harga lagi. Buat gambaran, kalau OBR ngasih harga speedboat buat nyeberang itu 150rb/boat. OBR nya udah kelihatan dari dermaga desa, tapi kan ya nggak mungkin berenang nyeberangin laut….jadinya ya naik boat tujuh menit itu tadi :p.

Speed boat yang digunakan untuk menyeberang dari dermaga Desa Sawai ke Ora Beach Resort (PP)

Speed boat yang digunakan untuk menyeberang dari dermaga Desa Sawai ke Ora Beach Resort (PP)

Whoalaaaa….akhirnya sampai juga sampai di Ora Beach Resort! Waktu itu udah sekitar jam tiga sore. Perjalanan 5 jam dari bandara Pattimura segera terbayar demi ngelihat view yang kaya gini….

Ora Beach Resort, Pulau Seram, Maluku, Indonesia

Ora Beach Resort, Pulau Seram, Maluku, Indonesia

Dari jauh tadi, ngelihat deretan bangunan resort dengan latar bukit hijau dan hamparan laut biru aja udah keren banget. Pas sampe, tambah bikin bengong. Indonesia emang kaya, bro! Bisa laah bersaing sama Maldives! ;)

Deretan kamar di resort ini. Look at the water!

Deretan kamar di resort ini. Look at the water!

Kami menginap di kamar-kamar yang di atas laut, biar viewnya langsung laut lepas. Cuma ada 7 kamar yang kaya gini (Rp 700.000,-/kamar/malam). Ada satu rumah besar juga yang isinya 2 atau 3 kamar gitu. Kalau yang mau nginep di darat juga ada (Rp 500.000,-/kamar/malam).

kamar yang di darat (di pantainya) Ora Beach Resort

kamar yang di darat (di pantainya) Ora Beach Resort

Karena udah sore, ngantuk, capek…hari itu emang nggak dijadwalkan untuk shooting items. Jadi buat host dan kru yang mau istirahat silakan… yang mau menikmati sore juga silakan…

Ini view dari dalam kamar kami :

Teras kamar dan laut lepas menjelang senja...

Teras kamar dan laut lepas menjelang senja…

View belakang kamar... bisa buat berenang jugak!

View belakang kamar… bisa buat berenang jugak!

Di sini air lautnya bening, jadi koral dan ikan – ikan bisa kelihatan jelas….

ikan2

Karena lokasi ini jauh dari desa, makan hanya bisa memesan di resort. Paket makan per-orang waktu kami ke sana 150.000/hari. Itu udah makan 3x dan snack. Karena kemarin bulan puasa, jadi ada yang hanya makan dua kali sehari, tapi harga tetap hehe….

Restoran milik resort. Aku paling suka snack singkong dan pisang goreng + sambalnya ;)

Restoran milik resort. Aku paling suka snack singkong dan pisang goreng + sambalnya ;)

Kalau mau makan di sini juga boleh……

Hidup ini indah, ya brooo...hehe

Hidup ini indah, ya brooo…hehe

Nongkring cantik sebelum jalan shooting... :p

Nongkring cantik sebelum jalan shooting… :p

Buat yang mau ke Ora Beach Resort, bisa kontak : Pak Alvin 08111909404, beliau owner yg akan mengarahkan kita kalau mau menginap di sana. Nanti bakal dijelasin semua harga / paketnya (transportasi, kamar, cp yg harus dihubungi di sana, dll)

Next postingan aku certain keindahan lain di sekitar resort ini, yaaa.. See you!

Cerita Bulan Juli

 - by Indri Yuliani

Birthday cake surprise for me and Diana. Thankyou geeengss… :))

Tiap tahun beda-beda ‘perayaan’ ulang tahunnya. Thank God :)

Sebenernya nggak dirayain juga sih, tapi momen-momen yang terjadi di seputaran ulang tahun itu yang selalu membekas dan beda-beda. Kalau tahun lalu dilewati di Sumba, puasa hari pertama pula, maka tahun ini dilalui di Ambon, pas shooting MTMA juga :).

Beberapa hari lewat, pas masuk kantor lagi, dikasih kejutan sama Abel. Thank you, Belinda…..ini tumben banget aku gak ngeh apa-apa! hahaha… One of the best surprise ;p

Make a wish-nya selalu sama….minta sehat, hepi, dimudahkan segala urusan, dan ketemu jodoh yang baik. *ahaayy* :D

Thanks to my family, friends, mantan, and all untuk doa2 baiknya. Semoga Allah mengijabah, yaa…Amiin.

 

Happy birthday to all Cancer buddies ;)

MENJADI BROADCASTER (PART 2)

 - by Indri Yuliani
Shooting outdoor program MTMA di jalanan ibu kota.

Shooting outdoor program MTMA di jalanan ibu kota.

Judulnya agak ‘sombong’ ya? ada ‘part 2′ nya Hehehe… Tapi emang postingan ini dibikin karena postingan sebelumnya tentang Menjadi Broadcaster banyak banget yang komen sampe sekarang, setelah 2 tahun berlalu. Alhamdulillah.. makasih, yaaa :)

Awal-awal aku masih sempet balesin, tapi lama-lama maaf banget kalau banyak yang nggak dijawab. Somehow pertanyaannya juga sama sih; soal kampus, jurusan, bakat, dan gimana bisa kerja di tv . Jadi sebenarnya juga udah aku jawab di komen2 sebelumnya.

Jujur, kalau soal kampus broadcast, aku nggak tau yang bagus mana sekarang. Maklumlah udah lama nggak bersentuhan dengan dunia pendidikan hehe.. (ketahuan deh, alumni tua :p). Jadi untuk yang nanya seharusnya kuliah di mana, ayo jangan malas untuk browsing atau cari info. Kalian bisa tanya ke guru, teman lain, atau lihat penawaran2 kampus. Kalau ada alumni anak broadcast di kampus tsb yang kalian kenal, lebih bagus lagi, karena bisa ditanya2. Lihat juga alumni2 kampus tsb, pada jadi apa akhirnya. Apakah braodacster atau yang lainnya. Sesuai nggak sama harapan kalian. Kalau masih bingung juga, bismillah aja, pakai feeling milihnya :D. Toh, kalau kamunya pinter, aktif, dan emang berbakat, pasti akan ‘keluar’ sebagai calon broadcaster handal juga ;)

Soal Jurusan.

Kalau dulu di kampusku, Broadcasting itu udah jurusan. Nah, kalau ditanya lebih baik mana, jurusan PR atau Broadcasting? Advertising atau Broadcasting? Ekonomi atau Broadcasting? Ya pasti aku bilang Broadcasting, karena aku emang milih itu dan niat ambil ilmu itu, dulu. Jadi agak aneh kalau kalian nanya bagusan jurusan mana, kalau kalian maunya Broadcasting. Mantapkan hati dulu. Ukur kemampuan. Intip peluang. Bismillah… :D

Buat yang udah terlanjur kuliah di jurusan lain tapi kepengen jadi Broadcaster, ya nggak masalah. Seperti yang aku bilang, jadi Broadcaster itu bisa dari latar belakang pendidikan apa aja, asal kalian bunya bakat dan minat, jadi. Di kantorku (Transtv) nggak semuanya lulusan broadcasting kok. Banyak juga karya2 anak bukan broadcast yang bagus2 di luaran sana. Mereka mau belajar dan mampu mengeluarkan potensinya. Itu yang penting!

Nah, kalau soal bakat, kalian bisa mengasahnya. Biasanya ada ketertarikan dulu, misalnya senang mengamati acara2 tv, film, siaran ini itu…dengan begitu selera kalian akan berkembang. Pelajari yang bagus2 biar kualitas diri kalian juga bagus. Rajin baca, observasi, lihat2 behind the scene sebuah program/ film, lihat pameran foto, and let your imagination evolve…

Kreativitas itu bisa dipikirkan. Imajinasi itu tak terbatas. Kalian bisa punya dua-duanya kalau mau. Latihan dan terus latihan. Coba berpikir kreatif, latihan memikirkan ide-ide, melihat tiap hal dengan kreatif…hingga akhirnya bisa bikin sesuatu yang kreatif. Well, di dunia ini nggak ada kreativitas murni. Semuanya adalah pengembangan dari yang ada. Tangga nada itu cuma ada 7, lalu kenapa bisa ada jutaan lagu di dunia?

Caranya kerja di tv? Ya ngelamar doong hehe…

Dulu aku ikut BDP (Broadcast Development Program) di Transtv. Seleksi masuk untuk karyawan2 baru. Layaknya ngelamar kerja di tempat lain, ada beberapa tes yang harus dijalani sampai akhirnya diterima. Kuncinya : pede!

Kalau kalian ngelamar kerja, kalian harus pede kalau posisi / tempat itu cocok dan bagus untuk kalian dan kalian emang pantas/ mampu. Nggak harus sepenuhnya sudah menguasai bidang tersebut (namanya juga fresh graduate, kan..) tapi setidaknya kalian sudah punya ‘amunisi’ sedikit pengetahuan soal kerjaan dan tempat kerja yang kalian lamar tsb.

Oh, satu lagi…ini yang biasanya dilupakan sama pelamar kerja yang masih fresh graduate, yaitu soal penampilan. Sedikit banyak hal ini berpengaruh, loh. Kalian nggak harus tampan atau cantik dengan dandanan menor ala sosialita, yang penting harus disesuaikan dengan pekerjaan dan tempat yang kalian lamar. Coba lihat dan amati mereka yang udah pada kerja gimana penampilannya. Nggak harus mewah, tapi harus rapi, menarik, serasi, dan membuat kalian pede! Kalau harus sedikit mengeluarkan biaya untuk beli baju, nggak papa laah… beli satu stel baju + sepatu yang cucok, bisa buat lamar kerja kemana2. Jangan lupa, rambut rapih, nggak bau mulut dan bau badan yaaa.. ;) (ini kenapa gue jadi fashion stylist yak? Haha)

Last but not least, buat kalian yang mau masuk dunia kerja, buka mata dan telinga lebar2, mana yang sekiranya cocok buat kalian dan punya prospek bagus untuk kalian. Kenapa aku tekankan ‘untuk kalian’ ? Karena setiap orang punya kehidupan, jalan hidup, dan keberuntungan yang berbeda. Kamu harus bikin yang terbaik untuk hidupmu sendiri.

Di Indonesia, stasiun tv nasional ada 11. TV lokal banyak, tv jejaring juga ada. Sekarang tv kabel dengan siaran channel asing juga sudah banyak yang bisa kita nikmati. Kalian bisa juga jadi broadcaster di luar negeri. Atau jadi pengusaha di bidang broadcast?! ;)

Persaingan industri tv akan selalu ketat. Content tv akan selalu jadi senjata jualannya. Makanya dibutuhkan orang2 yang kreatif dan mampu secara teknis untuk bikin program2 yang bagus, soalnya pemirsa makin lama makin pinter dan pilihan juga banyak. Mereka bebas memilih yang mereka sukai. Yang harus kalian sadari, media tv ini juga industri. Mereka hidup dari iklan. Ribuan orang di dalamnya hidup dari hasil pendapatan iklan tv mereka. Sometimes, you have to left your idealism karena ada yang harus didahulukan. Tapi percaya deh, sepanjang tidak melanggar HAM, tidak merusak hati nurani kalian dan tidak menyekutukan Tuhan, kebijakan2 dalam industri tv itu masih bisa kalian ikuti. You have to open minded. Kalau nggak sanggup, lambaikan tangan ke kamera dan cari pekerjaan lain yang kalian suka. Itu lebih baik, karena hidup cuma sekali, jangan dibikin susah dan tertekan ;)

Kalau ngomongin soal bagian2 pekerjaan di stasiun tv, ada banyak banget, sih. Di Transtv antara lain ada Divisi Produksi, Divisi News, Divisi Fasilities dan Operasional, Human Resources, Divisi Marketing & Sales, dll. Nanti di tiap divisi itu ada bagian2 lagi, misalnya Cameraman, Audioman, Lightingman, Editor, Designer Graphic, Art Director, Set Designer, Builder, Property, Wardrobe, Make up, Library, MCR, Director, Producer, Creative, Production Assistant, Unit Production Manager, Sponsorship, Unit Talent, Floor Director, Legal, Finance, Marketing, Account Executive, Procurement, General Services, dll. Jadi ada banyaaaaak banget bagian ‘yang tak terlihat’ di layar kaca anda pemirsa :D. Soooo, nggak perlu khawatir kalian kuliah di jurusan apa, yang penting kalian expert dalam suatu bidang yang kalian senangi, kalian bisa coba kerja di tv kalau mau. Tapi kalau bener2 pengennya jadi broadcaster, maka punya disiplin ilmu broadcasting dan bekerja di dunia broadcast pada bagian pekerjaan yang berhubungan langsung dengan broadcast (misal jadi cameraman atau creative) memang ideal banget. Pilihan ada di tangan kalian ;)

Hmmm….ada yang masih dipertanyakan, adik-adik? Hehe.. Lain kali disambung lagi, yaa. Makasih sudah menyimak :D

http://indriyuliani.com/menjadi-broadcaster/

JANGAN DATANG KE SEMPU!

 - by Indri Yuliani

Sekitar bulan Februari 2014, Program My Trip My Adventure menayangkan episode Pulau Sempu. Whoalaaa…sudah diduga, akan banyak kontroversi karena kami mencoba memberitahukan ‘yang sebenarnya’.

Pulau Sempu itu adalah kawasan cagar alam di selatan Malang, Jawa Timur. Sudah banyak orang bercerita tentang keindahan dan sulitnya jalur ke sana. Ketika akhirnya kami (aku dan tim MTMA) mau ke sana, seorang teman sudah mengingatkan; “Jangan promosiin Sempu, karena itu cagar alam yang harus dilindungi. Hati2 nampilinnya, yaa…” Siaaap! Jawabku saat itu.

Seperti halnya taman nasional, untuk shooting di kawasan konservasi seperti cagar alam, kita harus mendapat ijin resmi dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan mendapat SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi). Ada biaya tertentu yang harus dibayarkan juga, antara 1.5 – 2 juta rupiah. Fyi, taman nasional atau cagar alam itu ada bagian-bagian yang diperuntukkan untuk wisata, ada juga yang tidak. Taman Nasional Gunung Tengger misalnya, itu areal Bromonya adalah untuk wisata. Nah, kalau Sempu ini ternyata enggak. Makanya ketika kami coba mendapatkan ijin, agak rumit. Awalnya kami tidak mendapatkan ijin. Setelah dijelaskan sudut pandang yang akan kami ambil, bahwa ini bukan aktivitas wisata semata, mereka baru setuju. Itupun mereka wanti-wanti sekali agar kami komit dengan kesepakatan tsb, bahwa kami harus menginformasikan kalau SEMPU BUKAN TEMPAT TUJUAN WISATA. Kami juga harus menginformasikan fungsi keberadaan cagar alam ini yang sebenarnya, yaitu untuk konservasi, pendidikan, dan penelitian. Tidak diperbolehkan ada aktivitas yang merusak alam. Nama baik institusi tempatku bekerja jadi taruhannya!

Makanya biar nggak ‘salah’ langkah, kami menyertakan petugas dari BKSDA yang di lokasi untuk memandu kami. Setidaknya mereka melihat langsung bagaimana aktivitas kami dan bisa menegor kalau ada yang menyimpang. Tapiiii…… (disimpan dulu ceritanya hehe).

***

Untuk mencapai Pulau Sempu, dari kota Malang kita ke arah Sendangbiru. Waktu tempuh sekitar 1.5 jam. Dari situ nyeberang naik perahu mesin sekitar 10 menit ke Teluk Semut. Sampe deh, di Pulau Sempu. Untuk sampai ke pantai Segara Anak, kita harus jalan kaki menembus hutan sekitar 2 jam! Treknya berlumpur, licin dan naik turun. Karena sembari shooting, menginformasikan soal hutan, habitat, keadaan, dll kami agak lama perjalanannya, sekitar 2.5 jam aja sodaraaa….

Dan ini lah ‘penampakan’ Segara Anak di Pulau Sempu yang emang indah banget dan bikin penasaran siapapun. Surga tersembunyi di ujung hutan, persis gambaran di film The Beach yang dimainkan Leonardo Dicaprio. Indonesia punya ini, bung!

Segara Anak ini adalah air laut yang 'terkepung' sehingga membentuk semacam laguna. Sekelilingnya adalah bukit karang, hutan, dan pantai pasir putih.

Segara Anak ini adalah air laut yang ‘terkepung’ sehingga membentuk semacam laguna. Sekelilingnya adalah bukit karang, hutan, dan pantai pasir putih.

 Masa kalian tega, tempat seindah ini ‘hancur’ dan jadi gak indah lagi? Enggak kan? Itulah kenapa sekarang pengunjung ke cagar alam ini dibatasi dan hanya untuk keperluan2 tertentu saja yang aku sebutin di atas. Tapi sayangnya, nggak semua orang tahu, sadar, dan mengerti hal itu…

Kami bertemu dengan rombongan anak2 muda yang berwisata ke sini. Yes, they do vacation. Bahkan ada yang bangun tenda :(. Kami juga nemuin sampah2 sisa botol minuman di hutan maupun di pantai. Sebisa mungkin kami pungut dan bawa pulang. Bahkan Hamish (host MTMA) juga  bayar orang untuk pungutin sampah2 di pantai dan dibawa pulang (keluar pulau). Soal kebersihan dan tidak nyampah aja masih susah dilakukan oleh orang2 kita, gimana Sempu mau lestari? Aku jadi sangat mahfum dengan kekhawatiran pihak Kementrian Kehutanan dalam hal ini yang sangat berhati2 dengan liputan media. Mereka takut, liputan keindahan Sempu malah membuat orang berduyun2 datang. Ini seperti makan buah simalakama. Di satu sisi kita harus memberikan informasi yang benar dan jelas tentang Pulau ini dan eksistensinya untuk apa, di sisi lain orang akan mencerna salah dan malah berdatangan. Ini juga yang terjadi ketika episode Sempu tayang di MTMA, banyak yang protes, mereka bilang kami seperti pencopet yang teriak jangan mencopet. No, we don’t.

***

Pernah baca dong soal peringatan bahaya merokok di bungkus rokok? Mulai awal tahun ini malah peringatannya lebih singkat dan to the point ‘MEROKOK MEMBUNUHMU’. Rokok tetap diproduksi, dijual, dikonsumsi. Iklan rokok di tv itu bagus2 dan menggoda imajinasi sekali… Gambaran cowok tampan, kesuksesan, profesionalisme, tantangan di alam, dll. Apakah produsen rokok dan pembuat iklan rokok termasuk golongan ‘pencopet yang teriak jangan mencopet’?

Baru gambar kiri atas yang terpampang di bungkus dan iklan2 rokok.

Baru gambar kiri atas yang terpampang di bungkus dan iklan2 rokok.

Pernah dengar juga kan soal kampanye kondom di kampus-kampus? Yang mengecam banyaaak banget. Yang bilang kalau hal itu bikin anak-anak muda malah pengen mencoba sex bebas juga banyak. Yang ‘terhindar’ dari HIV atau penyakit kelamin, jadi banyak nggak? Apakah orang-orang yang mengkampanyekan penggunaan kondom itu juga termasuk ‘pencopet yang teriak jangan mencopet’? Mereka pasti nggak asbun alias asal bunyi ketika mengkampanyekannya. Mereka nggak bodoh dengan sekedar bagi2 kondom. Mereka juga pasti menjelaskan bahaya sex bebas dan menghimbau jangan melakukan sex bebas.

Satu lagi, aku pernah nonton satu acara di Natgeo yang membahas soal peredaran heroin di salah satu negara di benua Amerika. Salah satu pecandu yang bercerita di tayangan itu bahkan menceritakan bagaimana ia mulai remaja sudah kecanduan dan nggak bisa berhenti sampai ia tua sekarang. Yang dilakukan pemerintah sana adalah menyediakan semacam rumah untuk para pecandu yang sakaw agar bisa mendapatkan narkotika secara gratis dengan peralatan dan tempat yang higienis. Jadi, tiap hari, para pecandu itu boleh datang ke rumah itu, menyebutkan obat yang biasa mereka pakai dan dosisnya. Lalu petugas menyiapkan, dan si pecandu memakainya di ruangan2 kecil yang sudah disediakan. What the hell is it?! Ngapain dibikin tempat kaya gitu??? Barang dan perbuatan ilegal kok difasilitasi! Pencopet yang teriak jangan nyopet, kauuu!! :p

Jadi, ternyata tujuan pemerintah adalah untuk mengurangi jumlah penderita HIV dan penyakit2 berbahaya lainnya akibat pertukaran jarum suntik diantara pecandu atau penggunaan jarum suntik yang tidak higienis. Lokasi2 kotor, seperti sudut2 jalan atau gudang kosong, yang sering digunakan para pecandu menyuntik, juga berpotensi menyebabkan terjangkitnya penyakit2 berbahaya. Angka kematian tinggi karena hal ini. Makanya pemerintah membuat ‘rumah pecandu’ itu tadi. Simalakama kan? Gue yakin kalau ini di Indonesia, yang mengecam banyak banget.

Well, terserah ini mau dibilang pembelaan atau apa. Buatku, memang selalu ada resiko atas pekerjaan yang kita lakukan. Yang terpenting kita udah harus tau dan yakin kalau yang kita lakukan itu sudah pada jalur yang semestinya. We can’t please everyone. Kita nggak bisa memuaskan semua orang. Setiap orang juga punya tingkat kecerdasan dan pandangan yang berbeda-beda akan suatu hal. The point is…jangan cuma melihat dari satu sudut pandang saja jika sudah menyangkut banyak hal/orang.

Gue yakin kalian yang baca ini cerdas2. Mudah2an nggak ada lagi agen tour yang bikin paket wisata ke Sempu. Mudah2an BKSDA di Sendangbiru lebih ketat dan tegas pada para pengunjung yang ingin ke Sempu.

Be wise, people!

bigsmilezeroteeth – bigsmilenoteeth

 - by Indri Yuliani

Thats Jason Godfrey’s account for instagram and twitter. I just follow him. Siapa yang gak gemes cobaaaak….udah cakep, seneng adventure, suka nulis, bisa masak (at least di program tv), bisa nge-host, funny, usia matang dan single pulak! hohoho… *kedip2*.

Oiya, kalau mau tau kenapa dia pake nama2 akun seperti judul postingan ini, coba lihat di tumblr nya. Alasan dia sangat masuk akal, cerdas dan lucu!hihi.. Btw, cowok yang suka nge-blog itu super awesome, right?!;p

Jason Godfrey

Jason Godfrey

Mirippphh

 - by Indri Yuliani
Gunawan + Zumi Zola = Jason Godfrey *LOL*

Gunawan + Zumi Zola = Jason Godfrey *LOL*

Haha…ini lucu. Si cowok ganteng gak ketulungan itu namanya Jason Godfrey. Blasteran Canada-Philiphine. Who is he? Googling dong aaaah! Pokoknya lagi seneng ngeliat2 ini cowok. Dan pas dilihat2, kok kayanya dia itu perpaduan antara Gunawan & Zumi Zola. Atau biar sedikit manis, tambahin Fedi Nuril juga bisa! Hahahahaa…. *justkidding*

 

Well, kalau kamu kenal cowok Indonesia seganteng Jason, dan bisa doing everything kaya Jason, kasih tau aku yaaa…mau aku lamar! Hiyaaaa….hahahaaa ;p