bigsmilezeroteeth – bigsmilenoteeth

 - by Indri Yuliani

Thats Jason Godfrey’s account for instagram and twitter. I just follow him. Siapa yang gak gemes cobaaaak….udah cakep, seneng adventure, suka nulis, bisa masak (at least di program tv), bisa nge-host, funny, usia matang dan single pulak! hohoho… *kedip2*.

Oiya, kalau mau tau kenapa dia pake nama2 akun seperti judul postingan ini, coba lihat di tumblr nya. Alasan dia sangat masuk akal, cerdas dan lucu!hihi.. Btw, cowok yang suka nge-blog itu super awesome, right?!;p

Jason Godfrey

Jason Godfrey

Mirippphh

 - by Indri Yuliani
Gunawan + Zumi Zola = Jason Godfrey *LOL*

Gunawan + Zumi Zola = Jason Godfrey *LOL*

Haha…ini lucu. Si cowok ganteng gak ketulungan itu namanya Jason Godfrey. Blasteran Canada-Philiphine. Who is he? Googling dong aaaah! Pokoknya lagi seneng ngeliat2 ini cowok. Dan pas dilihat2, kok kayanya dia itu perpaduan antara Gunawan & Zumi Zola. Atau biar sedikit manis, tambahin Fedi Nuril juga bisa! Hahahahaa…. *justkidding*

 

Well, kalau kamu kenal cowok Indonesia seganteng Jason, dan bisa doing everything kaya Jason, kasih tau aku yaaa…mau aku lamar! Hiyaaaa….hahahaaa ;p

 

 

Sore-sore di Kantorku

 - by Indri Yuliani
agak-agak berantakan, yeee! haha..

agak-agak berantakan, yeee! haha..

Hiii! Mau tau suasana sore di lantai 8 kantorku? Kalau gak mau tau, ya gak usah dilihat hehe…

 

 

MY FIRST BOOK

 - by Indri Yuliani

29 Juni 2012, Grand Indonesia

Itu adalah kali pertama aku ketemu sama Penerbit Mizan. Rasanya susah digambarkan… Antara grogi, happy, dan excited! :D . Ada mba Dhias dan mas Peter yang sudah lebih awal aku ‘kenal’ lewat twitter. Obrolannya santai ternyata. Mbak dan mas dari Penerbit Mizan baik2 semua hehe… Inti pertemuan itu adalah penjelasan apa yang harus aku lakukan sebagai penulis 2 di buku yang akan aku bikin bersama Tjokde, sekaligus ngasih draft kontrak kerjasama ;)

***

My first book with Tjokde :')

My first book with Tjokde :’)

Menulis buku itu impianku sejak lama. Well, I love writing… makanya sampe punya beberapa blog untuk menyalurkan hobiku yang satu itu. Allah memang Maha Baik, meskipun harus melewati ‘jalan panjang’,  pada akhirnya mimpi itu terwujud dan diberi kemudahan saat mewujudkannya. Seperti yang pernah kubilang, semesta mencatat mimpimu :)

Kalau dirunut, ceritanya panjang… :)

Ini nggak bisa lepas dari program Nature Life yang kupegang. Nggak bisa lepas juga dari keyakinan jeng Christin yang mempercayakan pembuatan program itu padaku, hingga aku kenal Tjokde. Lalu Tjokde ditawari bikin buku, dan mengajakku terlibat dalam penulisannya.

***

 Benar seribu persen kalau ada yang bilang, menulis itu butuh mood dan fokus. Aku lupa tepatnya, tapi kira-kira sekitar empat bulan aku berusaha fokus total nulis buku itu. Hari Sabtu-Minggu dan hari libur sengaja nggak pernah kemana-mana biar bisa nulis. Apalagi materi yang kutulis bukan hal yang sepele, melainkan hal serius karena menyangkut kesehatan dan nyawa orang. Belum lagi tektokan sama Tjokde yang tiap hari sibuk dengan pasien2nya di Bali, juga takes time. Kadang, mood nulisku lagi bagus, Tjokde pas nggak ngasih bahan untuk kutulis. Kadang, kerjaanku lagi banyak, Tjokde dengan lancar ngasih bahan dan tulisan yang harus kususun, hingga jadinya malah numpuk pe er ku. Tantangan terbesarnya ya, memang jarak itu tadi. Jadi tektokan cuma by email, sms, bbm, atau telepon. Kadang nggak bisa langsung dapat jawaban kalau ada hal yang perlu aku konfirmasi ulang ke Tjokde. Harus nunggu beberapa jam, bahkan hari. Tapi kadang juga cepet. Yaaa..gitu deh! Hehe..

Di awal penulisan, untungnya Tjokde pas ada jadwal ke Jakarta, jadi aku bisa langsung menyusun banyak pertanyaan untuk dia jawab, sebagai bahan tulisan. Biasanya kami memilih kedai kopi untuk diskusi dan menyusun materi tulisan. Biar kaya penulis2 yang keren itu laaah… maennya di kedai kopi! Hehehe…

Tjokde merekam penjelasannya soal penyakit di ipodku :)

Tjokde merekam penjelasannya soal penyakit di ipodku :)

'Rekaman' lagi di PS :)

‘Rekaman’ lagi di PS :)

Jawaban2 Tjokde aku rekam di BB atau ipod, trus nanti di rumah aku susun. Gampang sih, yang susah itu kalau Tjokde coba menuangkan pemikirannya dengan bahasa Indonesia tapi susunannya salah dan punya arti beda dari yang dimaksud. Jadi aku harus benar2 mencernanya dengan baik, trus re-check ke dia :p

Sudah tidak tahap 'merekam' lagi.. :) - Bali

Sudah tidak tahap ‘merekam’ lagi.. :) – Bali

Sempat juga ketika aku ada shooting ke Bali, Tjokde mampir ketemuan untuk membahas beberapa hal dalam (materi) buku kami. Pokoknya kesempatan apapun yang bisa digunakan untuk nyelesein buku, hajarrr!! :D

Last meeting, sebelum tulisan diserahkan ke penerbit - Anomali lagiii ;)

Last meeting, sebelum tulisan diserahkan ke penerbit – Anomali lagiii ;)

***

Hal-hal inti untuk buku sudah tersusun, tinggal mencari printilannya, seperti foto (mostly dari aku, hasil jeprat-jepret kalo lagi shooting hehe), sumber-sumber data pelengkap, dll. Hingga akhirnya di bulan Januari akhir atau Februari awal, materi buku kami serahkan ke penerbit (editor, namanya mba Dhias). Mulai dari situ, tektokan terjadi antara editor buku dan kami (aku & Tjokde). Ada beberapa hal yang harus dibetulkan, dikurangi, atau ditambahi. Mba Dhias akan email hal-hal yang dimaksud, dan kami pun membalasnya lewat email. Dan itu nggak secepat/semudah yang dibayangkan, karena balik lagi ke soal jarak dan waktu… Kadang mba Dhias nanya hari Senin, aku dan Tjokde baru sempat cek hari Rabu, trus ngasih jawaban Senin di minggu berikutnya…hehe… Jadi, ya agak lama. Maapkeun kami, mba Dhias… ;)

Soal foto juga begitu, ada yang masih kurang dan aku butuh waktu untuk ngelengkapinnya. Sampai akhirnya di bulan Oktober 2013, buku itu terbit :) . Butuh waktu satu tahun tiga bulan, hingga akhirnya buku ‘Sehat Holistik Secara Alami’ ada di rak-rak toko buku kesayangan pemirsa… :’)

***

Kalau bicara tantangan, yang paling berat sebenarnya membuat materi ‘berat’ jadi terasa ringan dan mudah dipahami dalam bentuk tulisan. Isu kesehatan itu serius dan ‘berat’, ditambah judul buku yang kesannya seriuuuusss banget. But, believe me, isi bukunya cerna-able kok ;) Kalau sampe ada yang susah mencerna isi buku, berarti aku gagal sebagai penulis 2, soalnya itu tugasku; mempermudah penjelasan Tjokde dalam bahasa/kalimat yang menarik dan tidak membosankan ke buku.

***

Yang paling aku suka dari buku ini adalah adanya penjelasan logis berurutan yang coba dihadirkan untuk membahas suatu penyakit atau pengobatan. Misalnya begini, kalau kita pusing tujuh keliling (vertigo) atau pusingnya di bagian depan dan atas kepala, artinya fungsi ginjal kita terganggu. Kenapa ginjal bisa terganggu? Apa akibatnya kalau fungsi ginjal terganggu? Itu ada penjelasannya. Fungsi ginjal yg terganggu bisa bikin aliran darah ke otak tidak lancar. Yang bikin tidak lancar bisa karena kita kurang cairan. Nah, apa yang bisa melancarkannya? Pastilah bahan2 yang punya kemampuan menstimulasi aliran darah ke otak. Lalu ada ramuan herbal yang dicontohkan dan juga obat homeopathy yang disarankan. Di bagian lain buku, ada juga informasi soal organ tubuh (termasuk ginjal), cara kerja dan fungsinya, serta makanan2 apa yang ‘baik’ untuk organ tsb. Jadi kalau kita udah tau sakitnya di bagian mana, penyebab sakitnya apa, akan dengan mudah menelusuri obatnya. Kalau masih bingung dan ragu, sebaiknya konsultasi sama ahlinya ;)

Buku ini juga mengenalkan hal baru, menurutku, yaitu tentang Homeopathy. Jujur, istilah itu aja baru aku tau saat mau bikin program Nature Life. Padahal pengobatan ini populer sekali di barat sana sampai sekarang. Setidaknya, ini jadi pengetahuan baru buat kita dan tambahan info untuk mereka yang sedang mencari pengobatan alternatif untuk penyakitnya. Jangan menyerah, brooo! :)

Pada intinya, buku ini ngajak kita untuk hidup sehat; sehat makanannya, gaya hidupnya, dan lingkungannya. Buku ini ngasih ‘kepercayaan diri’ penuh pada kita untuk ‘mengobati diri sendiri’ karena sebenarnya kita bisa!

***

Inilah ‘jawaban’ dari penolakan2ku saat itu, kalau diajak hengot sabtu-minggu sama temen2. Maafkan yaaa… J. Emang cuma beberapa orang yang tahu kalau aku (dan Tjokde) sedang menulis buku, saat itu. Sengaja sih, biar jadi surprise, sekaligus menghindari pertanyaan2 dan ketakutan2 kalau2 ada halangan di tengah jalan saat penulisan. Tapi Alhamdulillah semua lancar dan akhirnya bisa terbit :) .

***

Nggak ada hal muluk yang aku harapkan selain buku ini bisa bermanfaat buat yang membacanya. Nggak ada hal yang lebih membanggakan selain melihat namaku akhirnya tercantum di salah satu buku, di antara buku2 lain dalam rak toko buku :) . Meskipun bukan buku sendiri(an), tapi aku hepi sekali… ini jalan yang dikasih Allah, biar aku kenal penerbit, tau gimana rule menulis buku dan diterbitin, tau apa2 yang harus disiapkan dan dilakukan saat menulis buku… pokoknya jadi pengalaman luar biasa lah. Priceless!! :)

***

Pada akhirnya, aku cuma bisa bilang Alhamdulillah, terimakasih nggak putus2 sama Allah dan semua orang yang selalu ngasih suport positif buatku mewujudkan setiap mimpi, termasuk menulis buku. Hey, I make it happen! ;)

MTMA Episode ke-4

 - by Indri Yuliani

Pernah nonton film Fast and Furious? Atau pernah nonton acara Smack Down di tv? Atau program Dunia Lain? Gimana menurut kalian?

***

Hari ini, My Trip My Adventure tayang episode ke-4. Semakin seru dan semakin banyak items adventure yang dilakukan oleh para hostnya. Salah satu item di episode pagi tadi adalah offroad! Hamish nyetir mobil dan Vicky duduk di depan, di atas kap mobil.

Selesai tayangan, aku dapat bbm dari teman yang ikut milist pecinta offroad. Katanya, MTMA dapat kritikan karena adegan tsb terlihat mengabaikan safety (keamanan) para Hostnya.

Well, aku berterimakasih sekali dapat masukan dan kritikan seperti itu untuk program2 yang kubuat. Artinya, ada yang menonton programku, ada yang meng-apresiasi, ada yang mau memberikan buah pikirannya (masukan ataupun kritikan) untuk program tsb. Thats awesome! :)

As you know, semua program taping yang tayang di tv pasti sudah lolos sensor, baik dari bagian QC di stasiun tv yang bersangkutan, maupun dari pihak LSF karena kami selalu mengirimkan copy tayangan sebelum di-on air-kan. Selain itu, pasti juga telah melewati tahap editing yang mana apapun bisa di-create di sana. Mobil pelan bisa dicepetin, lompat biasa bisa terlihat tinggi, jarak dekat bisa terasa jauh… Apapun. Belum lagi kemampuan para Host berekspresi.

MTMA memang harus menonjolkan sisi adventure di tayangannya, sesuai konsep program dan juga judulnya. Meskipun begitu, sudah pasti saat shooting, kami selalu mengutamakan keselamatan. Kami pun selalu discuss dan menanyakan kepada para host tentang kenyamanan mereka melakukan adegan. Pihak lain (narasumber / ahli) yang ada di lokasi juga pasti sudah selalu kami tanyain dan ikut ‘menjaga’ safety para host saat shooting. Beberapa adegan terlihat extreme karena dicreate sedemikian rupa melalui pengadeganan, angle shot, dan efek di editing. It just for tv show! ;)

Hostnya MTMA emang gokil! Cowok2 dan mereka memang pemberani. Mereka melakukan adegan riil. Tapi tentu saja untuk adegan tertentu yang butuh safety extra dan tidak bisa tersedia di lokasi shooting, kami tidak akan mengijinkannya. Contoh, ketika shooting festival di Berau ada atraksi Panjat Madu. Host tidak kami ijinkan untuk ikut memanjat karena tidak ada tali pengaman. Pihak panitia juga tidak menyarankan karena bisa berakibat fatal. Panjat pun hanya dilakukan oleh ahlinya (para pencari madu tsb) yang memang sudah terbiasa.

Panjat Madu

Atraksi Panjat Madu di Berau, Kalimantan Timur

Ini bukan sebuah pembelaan, sekali lagi kami senang sekali sudah diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Dan yang pasti tidak pernah ada niat memberikan contoh yang buruk dalam tayangan. Kami malah ingin menunjukkan keindahan alam Indonesia dan ingin mengajak semua orang berani ber-adventure dengan ragam items, dengan cara yang seru dan aman. Sekali lagi, that was just tv show! Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak-anak saat menonton tayangan di televisi :)

Peace, yow! hehe…

\m/

(semua konten dalam postingan ini adalah opini pribadi)

MY TRIP, MY ADVENTURE!

 - by Indri Yuliani

MTMA logo

Itu judul program baruku yang mulai tayang di Trans TV, 15 September 2013, jam 8.30 WIB.

Keren? Ya pasti laaahh…! hahaha…

Udah lama pengen punya program traveling yang nggak bawa2 banyak alat dan perabot syuting, kaya Koper dan Ransel, dulu. Trus pas ngajuin konsep ke management, ternyata disetujui dan digabungin dengan usulan program sejenis. Jadilah #MTMA ini.

crew

Ini bukan program jalan-jalan biasa, ini luar biasaaa!! Hehehe… Dari judulnya aja udah keliatan kan, kalau di dalamnya ada adventure items yang bakal dilakuin sama Hostnya. Hal2 yang dilakukan para hostnya dan lokasi2 yang dikunjungi nggak cuma lokasi wisata atau populer aja. Malah kami pengennya dateng ke lokasi2 yang belum terkenal, belum diekspose, tapi punya potensi untuk dibahas dan diketahui. Apalagi Hostnya dua orang cowok yang punya karakter berbeda dan menarik, plus guanteng2… ;)

Vicky

Hamish

Cewek – ceweeeekk…mana suaranyaaaah?? Heheheee…

Vicky Nitinegoro udah lama malang melintang *halah* di dunia entertainment; pemain FTV, Host, pemain band, dan sekarang nge-DJ juga. Kalau Hamish Daud masih terbilang baru; “…orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak kan pernah kumiliki keutuhannya.” Inget kalimat itu? Yep! Penggalan narasi di film pendek ‘Hanya Isyarat’ yang ada dalam omnibus Rectoverso. Tapi Hamish ternyata juga udah sering jadi model, lhoooh! Backgroundnya adalah sebagai Design Principal di perusahaan arsitektur yang dia bangun bareng temen2nya di Jogja. He lives in Bali.

MTMA 4

Well, MY TRIP MY ADVENTURE bakal ngelihatin hal menarik dan riil di setiap perjalanan yang dilakukan para hostnya; interaksi sosial, becandaan mereka, kekaguman mereka pada tempat dan budaya yang ditemui, keusilan Vicky, keingintahuan Hamish, keberanian mereka mencoba berbagai hal….. that’s their adventure! :)

My Trip, My Adventure

Sooooo, watch us in Trans tv every Sunday, 8.30 am ya, broooo!! ;)

Follow twitter #MTMA : @myTrip_myAdvntr

SENJA

 - by Indri Yuliani

Mari kita bicarakan tentang senja. Tentang rupa-rupa warna langit saat matahari (akan) terbenam…. Kita nggak harus berada di pantai, meski pantai adalah tempat terbagus untuk menikmati sunset. Kita nggak harus ‘feel lonely’, meski senja sering diidentikkan dengan kesendirian. Nikmati saja cahaya luar biasa karya Tuhan itu…

Sunset pulau babi kecil - belitung

Sunset di Pulau Babi kecil – Belitung

Sunset di Tanjung Pendam - Belitung

Sunset di Tanjung Pendam – Belitung

 

Sunset di Pantai Indrayanti - Gunungkidul, Yogyakarta

Sunset di Pantai Indrayanti – Gunungkidul, Yogyakarta

Sunset di Senggigi dengan latar gunung Agung - Lombok

Sunset di Senggigi dengan latar gunung Agung – Lombok

Setiap senja punya emosi. Yang terbanyak adalah tentang kerinduan… tentang harapan yang belum terwujud. Siapa yang selalu kau ingat saat senja indah terlihat? Siapa yang kau inginkan ada bersama menikmatinya? Orangtua, sahabat dekat, kekasih, atau seseorang yang masih di angan-angan?

 

Senjaku selalu berbeda setiap waktu. Ketika kudapati senja-senja indah seperti dalam foto-foto itu, aku tak pernah berfikir tentang siapa-siapa. Aku terlalu terpesona dengan indahnya…

Seperti apa cerita senja-mu?

 

Short post

 - by Indri Yuliani

Nggak ada postingan di bulan Juni…

Sekarang sudah hari kedua di bulan Juli.

Kisah seperti apa yang kau tunggu?